Salat Tiang Agama
Oleh: Sugiono
Dalam kesempatan ini akan kita bahas masalah salat. Semua orang Islam sudah
maklum, bahwasannya salat lima waktu adalah kewajiban bagi setiap semua orang
yang menyatakan dirinya beragama Islam, baik laki-laki maupun perempuan, sama
sekali tidak ada alasan untuk meninggalkannya, walaupun sedang di mana kita
berada. Karena salat merupakan tiang agama. Jadi tidak ada alasan untuk kita
tinggalkan. Walaupun dalam kondisi yang bagaimanapun.
Saking pentingnya perintah shalat ini, untuk mengerjakannya, jika tidak mampu
dengan berdiri karena sakit, maka dilakukan dengan duduk, jika tidak mampu dengan
duduk, dilakukan dengan berbaring. Jika tidak mampu dengan berbaring, maka dilakukan
dengan kedipan mata, dan jika tidak mampu dengan kedipan mata, hendaklah dilakukan
dengan hati, dan jika dengan cara yang terakhir ini tidak mampu maka shalatkanlah
(karena telah meninggal dunia -red).
Rasulullah bersabda : “Salat adalah tiang Agama, barangsiapa mendirikan
salat, berarti ia mendirikan Agama dan barangsiapa meninggalkan salat, berarti
ia merobohkan Agama”.
Hadis tersebut sudah jelas bahwa barang siapa meninggalkan salat, dia dianggap
melakukan pelanggaran, dengan sendirinya akan mendapatkan dosa besar. Biasanya
orang yang meninggalkan salat karena kesibukan. Karena kesibukannya itulah mereka
lalai dan meninggalkan salat lima waktu. Allah swt. berfirman; “Hai
orang-orang yang beriman, jagalah harta-hartamu dan anak-anakmu, melalaikan
kamu dari mengingat Allah, barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah
orang-orang yang rugi”.
Para ulama tafsir menerangkan bahwa yang dimaksud mengingat kepada Allah pada
ayat tersebut adalah, salat lima waktu. Sehingga siapa saja yang sibuk mengurus
harta, mengakibatkan lalai akan salatnya, maka ia kelak akan merugi. Perlu diketahui
kelak di hari kiamat, bahwa perbuatan manusia yang pertama kali dihisab adalah
tentang salatnya.
Terlebih-lebih salat berjamaah, karena salat berjamaah sangat dianjurkan,
selain derajadnya 27 darajad dibanding dengan salat sendirian, diriwayatkan
pula dari Nabi Saw.: “Barang siapa salat lima waktu dengan berjamaat,
maka baginya lima macam (hadiah) :1. Dia tidak ditimpa kefakiran di dunia, 2.
Allah membebaskan dia dari siksa kubur, 3. Dia akan menerima kitab catatan amal
dengan tangan kanannya, 4.Dia akan bisa malewti jembatan (shirathal
mustaqim) laksana halilintar yang menyambar, 5. Allah memasukkan ke
surga dengan tanpa hisab dan tanpa siksa”.
Sabda Nabi lagi: “Salatnya seorang laki-laki dengan berjamaah, lebih
baik daripada salat di rumah sendirian selama empat puluh tahun.”
Celakalah orang yang mudah meninggalkan salatnya, dia akan sengsara dan merugi
serta akan mendapatkan siksa di Neraka. ‘Naudzubillah’.
Allah swt. berfirman: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam neraka
saqor?”, mereka menjawab: ”Kami dahulu tidak termasuk orang-orang
yang menjalankan salat dan kami tidak pula memberi makan orang-orang miskin”.
Ada suatu riwayat menyatakan, ada seorang pendatang menghadap kepada Rasulullah
saw. Ia bertanya; “Ya Rasulullah, amalan apakah yang paling disukai
Allah dalam Islam?” Beliau menjawab: ”Salat tepat pada
waktunya dan barang siapa yang meninggalkan salat, maka ia berarti tidak mempunyai
agama, sebab salat adalah sebagai tiang agama”.
Jadi apabila ada orang yang mengaku beragama Islam, tetapi tidak mau mengerjakan
salat, berarti pengakuaannya itu tidak benar, dan orang yang semacam itu adalah
sebagai pendusta dan akan ditetapkan sebagai penghuni neraka.
Sabda Rasulullah Saw.: “Di antara seorang hamba (orang Islam) dengan
orang kafir (letak perbedaannya) adalah salatnya”. Kata Rasul; “Salatlah
sebagaimana aku salat”. Dan perlu diingat, firman Allah bahwa: “sesungguhnya
salat itu bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar”. Firman Allah
yang lain menyatakan: ”Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu,
dan sesungguhnya yang demikian itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk”
(Qs Al-Baqarah 45). Artinya mohon pertolongan Allah, melalui
sabar dan salat, yaitu salat yang khusuk. (Diambil dari buletin Hidayah,
edisi 40/April 2005).
--------------------------------------------------
Dikirim oleh : Drs H Abu Fiya
6 July 2006, 12:34 pm
|