batas atas kiri batas atas batas atas kanan
batas kiri
 
Pondok Pesantren Mamba'us Sholihin  
  batas kanan    
 

Tausyiyah

» Jangan memutus Hubungan Ruhaniyah dengan Gurumu
» Bahasa Arab dan Inggris adalah Penyempurna Pesantren ini
» al-Qur’an sebagai tolak ukur
» Salat Jamaah sebagai Ganti Tirakat Mondok
» Harus Ada Perbedaan Antara Sebelum dan Sesudah Mondok
» Cintailah Dzurriyaturrasul s.a.w
» Hubb al-Dunya Hijab Terbesar pada Allah s.w.t
» Jangan Biarkan Jiwa Santrimu Hilang
» Ridha Orang Tua, Ridha Guru dan Ridha Allah s.w.t.
» Tafaqquh Fi al-Din Sebagai Ruh Pesantren
» Waspadai Ajaran Islam Liberal
» Laksanakanlah Amanah, Jangan Memukul Santri
» Kesombongan dan Keikhlasan
» Belajarlah Akhlak al-Karimah pada Kiai Sepuh
» Jangan Pernah Merasa Pensiun Menjadi Guru
» Berbahagialah Orang yang Bertanggung Jawab
» Perkuatlah Mentalmu Dengan Wirid
» Jadilah Santri yang Intelektual
» Akal Tidak Membawa Kebahagiaan
» Doa Seorang Hamba
» Optimalkan Mahasiswa INKAFA
  batas kanan
batas kanan  
KH. Masbuhin Faqih
Pengasuh Pondok Pesantren
Mamba'us Sholihin

Tafaqquh Fi al-Din Sebagai Ruh Pesantren

Santri-Santriku

Alhamdulillah, kita masih diberi kenikmatan oleh Allah s.w.t yang sangat luar biasa, baik berupa kesehatan jasmani maupun rohani, sehingga kita bisa menjalani hidup di dunia ini. Lebih-lebih kamu sekalian yang hidup di pesantren. Karena pesantren merupakan حِصْنٌ حَصِيْنٌ (benteng yang kuat) dalam membentuk pribadi seseorang. Pesantren juga merupakan satu-satunya tempat untuk mengembangkan dan mengajarkan Islam secara kaffah dibanding yang lainnya. Dan hanya di pesantren lah kamu sekalian bisa mempelajari agama lebih banyak dan lebih luas serta bisa melaksanakan kegiatan yang bersifat ubudiyah kepada Allah s.w.t secara menyeluruh mulai pagi hingga pagi lagi.

Maka, beruntung sekali orang tua yang telah sudi memondokkan anaknya baik itu di pesantren ini maupun di pesantren lainnya. Apalagi ketika melihat arus perkembangan di zaman sekarang ini. Masya Allah, sangat berpengaruh sekali.

Santri-santriku.

Pesantren ini didirikan atas dasar tafaqquh fi al-din. Maka, walaupun kurikulum sekolahnya mengikuti pemerintah, namun harus tetap searah dengan dasar pertama kali pesantren ini didirikan. Karena aku percaya barang siapa yang dijadikan oleh Allah s.w.t sebagai orang baik niscaya dia akan diberi oleh Allah pengetahuan lebih luas tentang masalah agama-Nya. Sebagaimana dalil :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ الدِّيْنِ

Maka, pada kesempatan yang emas ini mumpung kamu di pesantren, perdalamlah ilmu agama dengan sebaik-baiknya. Disamping sebagai bekal di akhirat nanti juga merupakan salah satu ciri orang yang paling bertaqwa kepada Allah s.w.t. Hal ini berdasarkan ayat al-Qur’an :

إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمآءُ

Sesungguhnya hanya ulama' lah yang mempunyai rasa takut kepada Allah, melebihi yang lainnya. Sehingga apabila kamu sekalian mengerti dan berusaha untuk menjadi golongan mereka, maka kamu sekalian adalah orang yang alim, yang mengerti keadaan diri sendiri. Tetapi jika tidak mengerti serta tidak mau mengerti tentang ilmu agama, maka kamu sekalian termasuk orang yang sangat bodoh sekali. Sebagaimana Imam Ghozali mengatakan bahwa ada beberapa macam model manusia yang hidup di dunia ini, namun salah satu yang harus kita jauhi adalah model yang terakhir yaitu :

رَجُلٌ لاَ يَدْرِيْ وَلاَ يَدْرِى أَنَّهُ لاَ يَدْرِى

Seseorang yang tidak mengetahui bahwa dirinya bodoh dan tidak mengerti ajaran agamanya, namun ia sendiri tidak mau peduli tentang dirinya. Tidak ngaji, tidak memperdalam ilmu agama. Maka inilah contoh orang yang diibaratkan Imam Ghozali di atas sebagai orang yang sangat bodoh lagi dungu. Namun saya mendo'akan semoga saja kamu sekalian bukan termasuk golongan mereka. Amin Ya Mujibassaailin.

Santri-santri yang saya cintai.

Keberadaan kamu sekalian di pesantren ini merupakan suatu amanat yang sangat besar sekali bagiku. Sehingga aku juga harus melaksanakan yang telah diberikan oleh orang tuamu. Menjadikan kamu semua menjadi santri yang alim, shalih, dan kafi. Karena maju mundurnya pesantren ini adalah tergantung dari mujahadah kiainya. Kalau di sini adalah saya sendiri, maka sejauh mana usaha yang telah saya lakukan untuk mengembangkan pesantren ini.

Dan alhamdulillah, pada tahun ini Madrasah Diniyah pun lebih aku khususkan, yang di sana ada Madrasah Diniyah Ula untuk tingkatan Tsanawiyah, Madrasah Diniyah Wustho untuk tingkatan Aliyah, dan Madrasah Diniyah Ulya untuk tingkatan mahasiswa, yang akan menambah khazanah tafaqquh fi al-Din kamu di pesantren ini.

Namun, sekarang tinggal kamu semuanya, sejauh mana kamu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Menjadi orang yang benar-benar faqih dalam masalah agama, mengerti diri sendiri menuju santri yang alim, shalih, kafi atau malah sebaliknya.

 
copyright © mambaussholihin.com 2006
batas kanan
batas bawah kiri batas bawah batas bawah kanan
?>?>