batas atas kiri batas atas batas atas kanan
batas kiri
 
Pondok Pesantren Mamba'us Sholihin  
  batas kanan    
 

Tausyiyah

» Jangan memutus Hubungan Ruhaniyah dengan Gurumu
» Bahasa Arab dan Inggris adalah Penyempurna Pesantren ini
» al-Qur’an sebagai tolak ukur
» Salat Jamaah sebagai Ganti Tirakat Mondok
» Harus Ada Perbedaan Antara Sebelum dan Sesudah Mondok
» Cintailah Dzurriyaturrasul s.a.w
» Hubb al-Dunya Hijab Terbesar pada Allah s.w.t
» Jangan Biarkan Jiwa Santrimu Hilang
» Ridha Orang Tua, Ridha Guru dan Ridha Allah s.w.t.
» Tafaqquh Fi al-Din Sebagai Ruh Pesantren
» Waspadai Ajaran Islam Liberal
» Laksanakanlah Amanah, Jangan Memukul Santri
» Kesombongan dan Keikhlasan
» Belajarlah Akhlak al-Karimah pada Kiai Sepuh
» Jangan Pernah Merasa Pensiun Menjadi Guru
» Berbahagialah Orang yang Bertanggung Jawab
» Perkuatlah Mentalmu Dengan Wirid
» Jadilah Santri yang Intelektual
» Akal Tidak Membawa Kebahagiaan
» Doa Seorang Hamba
» Optimalkan Mahasiswa INKAFA
  batas kanan
batas kanan  
KH. Masbuhin Faqih
Pengasuh Pondok Pesantren
Mamba'us Sholihin

Doa Seorang Hamba

Allah Maha Mendengar. Dia selalu mendengarkan perintah para hamba-Nya, asal memenuhi syarat. Ia akan mengabulkan doa hamba-Nya, karena Ia Maha Mendengar. Allah s.w.t juga Maha Menyayangi para hamba-Nya, Dia Maha Pemurah, Rahman Rahim.

Oleh karena itu, sebagai seorang hamba Allah yang beriman, kita harus memanjatkan doa kepada-Nya. Manusia adalah insan yang dlo'if. Tidak berdaya, tidak mempunyai kekuatan apa-apa, hanya kekuatan Allah belaka yang mampu memberikan daya kekuatan kepada manusia. Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adhim.

Berusaha dan berdoa adalah dua hal yang harus dilakukan oleh manusia; berdoa, berusaha dan merencanakan. Allah lah yang menentukan. Tanpa berusaha dan berdoa, mustahil kita mampu mencapai cita-cita kita, tanpa pertolongan Allah usaha dan doa kita juga akan sia-sia.

Hanya tiga hal yang selalu kami panjatkan kepada Allah dalam setiap berdo'a, saya menganggap tiga hal ini sudah mewakili dan dipandang sangat penting dalam kehidupan kita. Dengan tiga hal ini saya berharap Allah benar-benar mengabulkan, mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan kepada saya pribadi, keluarga, santri-santri dan umat Islam secara keseluruhan.

Pertama, semoga Allah menjadikan kita hamba Allah yang shalih dan bertaqwa, semoga Allah memberikan kemampuan kepada kita untuk menjadi hamba Allah yang selalu berbuat kebajikan, bertaqwa dan menjadi manusia muttaqin, bukan hamba Allah yang selalu durhaka kepada-Nya.

Al-Quran selalu menyebutkan bahwa hamba Allah yang bertaqwa akan dijamin kehidupannya oleh-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Kedua, rizki yang halal dan barakah. Mari kita selalu memanjatkan doa kepada Allah agar Dia menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang selalu dicukupi dengan rizki yang halal dan barakah. Karena hidup butuh makan, kita butuh rizki dari Allah agar kita dapat beribadah, menghidupi sanak keluarga dan berjuang di jalan Allah. Tanpa rizki-Nya mustahil kita dapat menjalankan ibadah dengan baik dan ikhlas, mustahil kita dapat berjuang untuk menegakkan syariat-Nya.

Ketiga, mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, mati dalam keadaan baik di hadapan Allah, akhir kehidupan yang diridhai oleh Allah, mati tetap berpegang teguh kepada-Nya, bukan mati yang buruk, tidak diridhai oleh Allah, Su'ul khatimah. Na'udlu billah min dlalik.

Mengapa? kehidupan manusia bertahun-tahun hanya ditentukan oleh kematiannya, bila ia mati dalam keadaan khusnul khatimah, sesuai janji Allah, ia akan mendapatkan tempat Allah di surga. Namun sebaliknya, bila ia menemui kematiannya dalam keadaan su'ul khatimah, na'udlu bilah min dlalik, dapat dipastikan kelak tempatnya adalah di neraka. Detik-detik akhir menjelang kematian, dengan demikian, adalah fase terpenting dalam kehidupan ini. Ia adalah penentu surga-neraka kita kelak.

Maka sangat niscaya bila kita selalu memohon kepada Allah dengan sekuat tenaga, dalam setiap waktu, dalam setiap kesempatan, agar Allah memanggil kita dalam keadaan khusnul khatimah. Amiin. Karena Allah lah yang menentukan mati kita. Apakah kita mati dalam keadaan khusnul khatimah ataukah su'ul khatimah.

Untuk itu doa kita yang ketiga kepada Allah adalah agar Allah menjadikan kita hamba-Nya yang selalu mendapatkan pertolongan untuk khusnul khatimah. Amin ...  

 
copyright © mambaussholihin.com 2006
batas kanan
batas bawah kiri batas bawah batas bawah kanan
?>?>